Bagaimana FAHRI?
Temanku menulis dalam blog
pribadinya, ia bercerita, ia bertanya, ia berdoa dan mencoba sharing untuk
mencari jawaban mengenai sisi ‘bahagia’ didunia, lebih tepatnya mengenai jalan
hidupnya. Entah sedang marah, kesal, tertekan, sedih, kalut bercampur menghitam
menggumpal membentuk kabut, mungkin rasanya ia akan meledak. Dunia yang
ditungganginya seakan sedang tidak rela membiarkan ia untuk tetap hidup atau
hanya sekedar bernafaspun mungkin ia telah tersenggal-senggal, inilah fase yang
dihadapi sebelum datangnya sakaratul maut yang tergambar dari kecemasannya..
Sebut saja Fahri nama teman yang dimaksud,
Ia 100 % pria, Ia pecinta wanita dan sedang menempuh strata satu disalah satu
perguruan tinggi di Aceh. Memiliki wajah yang lumayan rupawan. Tuhan telah
menganugrahinya kehidupan dan status yang baik, keluarga yang baik, agama yang
baik, dan apapun merupakan hal yang baik. Namun, masih saja ia merasa kurang.
Ia masih tak bahagia. Oke, mungkin jika Tuhan mengubahnya menjadi seorang
wanita atau maho barulah Ia bisa merasakan kebahagiaan, atau Tuhan mengubahnya
menjadi seekor kelinci atau tanaman baru dirasa bahagia, atau ketika Tuhan
membiarkan ia terisolasi dari planet bumi dan bisa hidup mengambang di luar
angkasa, dimana dirinya dijadikan sebagai sebuah planet yang bernama FAHRI
sebagai pengganti pluto serta bertemankan matahari, bulan serta bintang-bintang
mungkin bisa membuatnya bahagia..
Yang jelasnya aku juga tidak
faham apa itu bahagia, yang ku tau aku merasa tenang jika banyak uang, merasa nyaman
saat banyak teman, berhasrat saat jatuh cinta, bersukacita, dan lega jika
keluar dari kamarmandi. Hihi.. J
Come on Fahri, Tuhan tidak pernah
tidur, apalagi mendengkur, ini semua telah Tuhan ukur. Karena ‘Yang hebat
didunia ini bukanlah tempat dimana engkau berada, melainkan arah yang engkau
tuju’, sekarang sudah bisa bahagia belum Fahri? Masih belum ya? Kalau tersenyum
bisakan? hehe
Dan bagaimana? Masihkah engkau
merasa seperti terdampar disebuah pulau? Masihkah engkau merasakan bernafas
dalam air menggunakan paru-paru? Masihkah luka-lukamu belum mengering? Atau
bahkan nanar? Jangan pernah lupa bahwa engkau punya banyak penawar. Jika engkau
ingin menyelam engkau harus menyiapkan perlengkapan selammu, jika engkau
terdampar disuatu pulau engkau harus lebih pandai mengurus dirimu. Jika engkau
tersesat digunung engkau harus mencoba mencari jalan keluarnya. Jika engkau
kehujanan carilah tempat berteduhmu. Jika engkau butuh teman, kurasa aku bisa
membantu atau setidaknya bahuku. Dan rumusnya adalah ‘Jika engkau ...........
maka engkau harus ...............’, berusahalah untuk bangkit, maka engkau akan
keluar dari zona hitammu..
Jika engkau sedih dimana yang
terasa? Saat engkau gembira dimana yang lapang? Ketika engkau kesal, kecewa,
senang, berduka, marah, jatuh cinta dimana yang lebih dominan? Jadi, dimana
letak bahagia itu? Semua itu letaknya disini *nunjukdada..
‘HARUS TETAP TEGAR
KETIKA TERLEMPAR’
Komentar
Posting Komentar